Case Study

Implementasi Airport Collaborative Decision Making (A-CDM) di InJourney Airports Balikpapan & Ujung Pandang

Implementasi Airport Collaborative Decision Making (A-CDM) di InJourney Airports Balikpapan & Ujung Pandang

Solution

Airport Solutions

Category

Projects

Date

2026

Bagikan

Meningkatkan Efisiensi Operasional melalui Pengambilan Keputusan Kolaboratif

INALIX mengimplementasikan Airport Collaborative Decision Making (A-CDM) di InJourney Airports Balikpapan dan Ujung Pandang untuk memperkuat koordinasi dan pertukaran informasi antar pemangku kepentingan utama dalam operasional bandara.

Sistem ini menyediakan lingkungan operasional bersama yang memungkinkan setiap pihak memperoleh informasi yang relevan dan tepat waktu, meningkatkan situational awareness, serta mendukung pengambilan keputusan operasional yang lebih baik.

Melalui peningkatan visibilitas data dan kolaborasi, implementasi A-CDM mendukung operasional bandara yang lebih efisien, terprediksi, dan terkoordinasi.

More Portfolios

OTHER PROJECTS

Sistem Multiplexer Fiber Optic Redundan untuk Komunikasi Radio AirNav
Airport Solutions ▪ Projects

Sistem Multiplexer Fiber Optic Redundan untuk Komunikasi Radio AirNav

Implementasi sistem Multiplexer Fiber Optic (FO) redundan untuk mendukung infrastruktur komunikasi radio AirNav, dengan tujuan meningkatkan keandalan transmisi, ketersediaan sistem, serta kontinuitas komunikasi. Arsitektur redundan menyediakan jalur transmisi alternatif ketika terjadi gangguan pada jalur utama, sehingga mendukung komunikasi radio yang andal untuk kebutuhan operasional penerbangan.

Implementasi SCADA Chiller Software System di InJourney Airports Denpasar
Airport Solutions ▪ Projects

Implementasi SCADA Chiller Software System di InJourney Airports Denpasar

Implementasi sistem perangkat lunak SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) untuk mendukung monitoring dan pengendalian sistem chiller secara terpusat di InJourney Airports Denpasar. Sistem ini memberikan visibilitas terhadap kondisi operasional chiller secara real-time, sehingga proses pemantauan, pengendalian, dan pengelolaan sistem pendingin bandara dapat dilakukan secara lebih efektif dan terintegrasi.